autum in my heart

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّك أَنتَ الْوَهَّابُ۝

Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pesongkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisi-Mu; Sesungguhnya Engkau jualah Tuhan yang melimpah-limpah pemberian-Nya.” (Aali ‘Imraan: 8)

helwa telinga~

my صحابة :)

Tuesday, 15 November 2011

renungkan dan selamat beramal...



بسم اللله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,
“Akan datang suatu masa umat lain akan memperebutkan kamu ibarat orang-orang lapar 
memperebutkan makanan dalam hidangan.” 
Sahabat bertanya, “Apakah lantaran pada waktu itu jumlah kami hanya sedikit Ya Rasulullah?”. 
Dijawab oleh baginda, “Bukan, bahkan sesungguhnya jumlah kamu pada waktu itu banyak, tetapi 
kualiti kamu ibarat buih yang terapung-apung di atas laut, dan dalam jiwamu tertanam ‘Al Wahn’
(kelemahan jiwa).”
Sahabat bertanya, “Apa yang dimaksudkan ‘Al Wahn’ (kelemahan jiwa), Ya Rasulullah?” 
Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati!”. (HR Abu Daud)

CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI

Inilah ungkapan ringkas yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad saw 14 abad yang lalu untuk 
menggambarkan betapa lemahnya jiwa dan mental generasi akhir zaman.
Apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw tersebut nampaknya kini telah menjadi kenyataan.
Setiap hari kita menyaksikan peristiwa demi peristiwa dan berbagai ragam tingkah laku manusia di 
sekeliling kita yang sesungguhnya telah jauh dari nilai-nilai kebenaran yang diajarkan oleh Allah dan 
rasulNya melalui Al-Qur’an dan As Sunnah.

PENYELEWENGAN ORIENTASI KEHIDUPAN

‘Al-Wahn’ (cinta dunia dan takut mati) memang membuatkan manusia kehilangan arah dan orientasi 
hidup.
PERTAMA : Mereka tidak lagi mengenal tujuan hidupnya yang hakiki untuk mencari ridha Allah swt 
sepertimana firman Allah swt :
“Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang 
pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS Al Anaam : 163) 

KEDUA : Mereka juga tidak sedar akan tugas kehidupannya untuk mengabdikan diri kepadaNya dalam 
berbagai aspek kehidupan.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu. (QS Az 
Zaariat : 56)

KETIGA : Mereka lupa akan peranan hidupnya yang agung iaitu menjadi khalifah atau wakil Allah untuk 
mewujudkan kehendak Ilahi di muka bumi.
“Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian 
kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa darjat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya 
kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanNya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang.” (QS Al Anaam : 165)

KEEMPAT : Mereka alpa bahwa merekalah sepatutnya sebagai penerus risalah Islam yang
menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada seluruh umat manusia dan membelanya.
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan 
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih 
baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang 
yang fasik.” (QS Ali Imran : 110)
Mereka jauh dari Al-Qur’an dan As Sunnah sebagai pedoman hidup. Maka jadilah mereka pengkagum 
dunia. 
Padahal Nabi saw telah mengingatkan mereka :
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (enak dipandang), dan sesungguhnya Allah menjadikan 
kamu khalifah di dalamnya. Allah akan melihat apa yang kamu kerjakan. Maka berhati-hatilah pada 
dunia dan berhati-hatilah pada wanita. Sesungguhnya pertama kali fitnah yang melanda Bani Israel 
adalah tentang wanita”. (HR Muslim)
Kini tidak sedikit di antara manusia yang bersaing meraih jawatan. Namun sayang, jawatan itu mereka 
ambil dengan tidak mengindahkan hak-haknya. Meraih jawatan bukan untuk berkhidmat, tapi untuk 
memperkayakan diri. 
Tentang sikap jiwa atau mental seperti ini, Nabi saw bersabda :
“Sesungguhnya di antara kamu ada yang bercita-cita menjadi penguasa, padahal yang demikian itu 
akan menjadi penyesalan di hari kiamat. Kerana sebaik-baik seorang ibu adalah yang mahu menyusui 
anaknya dan sejelek-jelek ibu adalah yang tidak mahu menyusui anaknya” (HR Bukhari)Kepimpinan bukanlah sesuatu yang kotor dan busuk. Bahkan ia adalah kebaikan di sisi Allah swt, asal 
sahaja kita mampu memikulnya dengan menunaikan hak-haknya.
Zaid bin Tsabit pernah berkata ketika ia berada di samping Nabi saw :
“Seburuk-buruk perkara adalah kepimpinan.”
Mendengar hal itu Nabi saw menyanggahnya :
“Sebaik-baik perkara adalah kepimpinan, bagi orang yang mengambilnya dengan hak-haknya. Dan 
seburuk-buruk perkara adalah kepimpinan, bagi orang yang mengambilnya dengan cara yang tidak 
benar, maka kelak hanya akan mengundang kekecewaan pada hari kiamat.” (HR Thabrani)

IBADAH BERBENTUK ADAT ISTIADAT FORMAL

Keburukan lain yang seringkali terserlah adalah fenomena ibadah berbentuk adat istiadat  formal yang
bercampur kemunafikan. 
Ramai manusia yang mengaku beragama Islam, tapi perbuatannya sehari-hari tidak mencerminkan 
ajaran Islam sama sekali. 
Islam hanya dilihat sekadar identiti formal yang tertera di surat-surat penting untuk memudahkan 
urusan-urusan pentadbiran sementara kehidupannya sehari-hari dipenuhi oleh kedurhakaan pada 
syariat Islam. 
1.      Solat sering ditinggalkan tanpa perasaan berdosa.
2.      Zakat tidak ditunaikan secara sempurna. 
3.      Haji dijadikan sebagai wasilah untuk suatu temasya.
4.      Mushaf Al-Qur’an disimpan dengan rapi di almari, tidak dibaca, tidak dipelajari dan tidak 
diamalkan. Ia hanya menjadi aksesori dan instrumen penghias dalaman rumah sekaligus menjadi 
alat penjaga imej. 
5.      Masjid-masjid banyak dibangunkan, tapi tidak aktif dalam memakmurkannya. 
6.      Ramai manusia yang lebih suka berdiskusi dan berbicara tentang Islam tapi malas untuk 
mengamalkan ajarannya secara sempurna.

Huzaifah pernah ditanya, “Apa itu nifaq?”,
Hudzaifah menjawab, “Kamu berbicara tentang Islam, tapi kamu tidak mengamalkan ajarannya”.
(Dikutip dari Musnad Ar-Rabi’)Ya, ramai orang yang pandai berbicara tentang Islam, tapi sebenarnya ia tidak mengimani dan tidak 
mengamalkan ajarannya. Apa yang keluar dari mulutnya tidak lebih dari hanya kumpulan kata-kata 
retorik sekadar untuk membuatkan orang terkagum-kagum pada ‘otot-otot intelektual’nya.
Nabi saw bersabda :
“Akan datang pada manusia satu zaman, di kala itu Islam tidak tinggal melainkan namanya, dan AlQur’an tidak tinggal melainkan tulisannya, masjid-masjidnya bagus namun kosong dari petunjuk, 
ulama-ulamanya termasuk manusia paling jelek yang berada di bawah langit, kerana dari mereka 
timbul beberapa fitnah dan akan kembali kepada mereka”. (HR Baihaqi)

KEHILANGAN INTEGRITI DIRI

Sudah sepatutnyalah apabila Nabi saw menyifatkan umat akhir zaman dengan kalimah ‘hubbud dunya 
wa karahiyatul maut’ kerana bersangatan terpikatnya mereka kepada dunia di mana kebanyakan dari 
mereka tidak lagi memperhatikan halal dan haram.
Nabi Muhammad saw bersabda :
“Akan datang satu masa kepada manusia, di mana pada masa itu seseorang tidak lagi memperdulikan 
apa yang diambilnya, apakah dari yang halal atau dari yang haram”. (HR Bukhari dan Nasa’i)
Bukan hanya itu, mereka pun juga tidak lagi menghargai kejujuran. Mereka beranggapan kejujuran itu 
tidak akan mendatangkan keuntungan sementara kebohongan dan kata-kata palsu dianggapnya lebih 
mudah disandarkan untuk mengaut keuntungan sebanyak-banyaknya.
“Akan datang satu masa kepada manusia, yang di dalamnya manusia tidak kuasa mencari 
penghidupan melainkan dengan cara maksiat. Sehingga seorang laki-laki berani berdusta dan 
bersumpah. Apabila masa itu telah datang, hendaklah kamu berlari.”
Ditanyakan kepada baginda, “Ya Rasulullah, ke mana harus berlari?” 
Baginda menjawab, “Kepada Allah dan kepada kitabNya serta kepada sunnah NabiNya.” (HR AdDailami)


KERUNTUHAN MORAL
Akhlak buruk telah bermaharajalela; kegiatan samseng, kekerasan dan pornografi telah menjadi 
tontonan dan berita seharian. Malah rasa kemanusiaan seolah-olahnya telah hilang ditelan bumi.
Fenomena seperti ini mengingatkan kita kepada salah satu hadits Rasulullah saw :
“Dua golongan dari ahli neraka yang belum kami ketahui iaitu segolongan kaum yang membawa 
cemeti seperti ekor lembu untuk memukul manusia; dan wanita-wanita yang berpakaian tapi 
telanjang, mereka menari-nari sambil menggelengkan kepalanya seperti punuk unta. Mereka itu tidak 
akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, padahal syurga itu dapat dicium dari perjalanan 
sejauh sekian dan sekian.”Dalam riwayat lain: “Sesungguhnya bau syurga itu dapat dicium dari perjalanan sejauh lima ratus 
tahun.” (HR Muslim)

Keruntuhan moral merebak begitu cepat sehingga :
a.       Ia mampu menghapuskan rasa tanggung jawab untuk mendidik anak-anak.
b.      Ia merasa tidak perlu lagi menghormati orang tua.
c.       Ia tidak lagi menyayangi mereka yang lebih muda. 
d.      Tidak ada yang dipedulikan kecuali semata-mata untuk kenikmatan badan.

“Apabila zaman telah dekat (kiamat), seorang laki-laki mendidik anjing lebih baik daripada mendidik 
anaknya. Tidak ada rasa hormat pada yang lebih tua dan tidak ada rasa kasih sayang pada yang lebih 
muda; dan banyak anak-anak hasil perzinaan, hingga banyaklah laki-laki menyantap perempuan di 
jalanan, mereka berbulu kambing namun berhati serigala.” (HR Al-Hakim & Thabrani)
Betapa malang dan ruginya mereka.

“Hubbud dunya wa karahiyatul maut” telah menggiringnya begitu jauh dari hidayah Al-Qur’an.
1.      Di manakah para penyeru kebenaran? 
2.      Di manakah pejuang amar ma’ruf nahi munkar? 
3.      Di manakah pembawa panji-panji Al-Qur’an?
Apakah kemaksiatan sudah begitu memuncak dan menjadi dinding penghalang keberkatan wahyu AlQur’an?
Nabi saw bersabda :
“Apabila ummatku mengagungkan dunia, maka dicabutlah kehebatan Islam darinya; dan apabila 
mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, maka terdindinglah keberkatan wahyu (Al-Qur’an)” 
(HR Tirmizi)

Ya Allah, jauhkanlah kami dari dijangkiti penyakit “Al Wahn” iaitu ‘cinta dunia dan takut mati’ kerana 
kedua-duanya adalah ibu kepada segala penyakit dan kerosakan yang akan membawa manusia kepada 
segala bentuk penyelewengan dari orientasi kehidupan yang sebenarnya serta akhirnya melemahkan 
kekuatan umat Islam dalam berhadapan dengan musuh-musuh mereka. 
Ameen Ya Rabbal Alameen..



MiNnI...^_^

No comments:

Post a Comment